MENU POTENSI KAWASAN

MENU POTENSI KAWASAN

KHDTK Universitas Muhammadiyah Bengkulu memiliki beragam potensi yang sangat strategis, baik dari aspek ekologis, ekonomis, maupun edukatif. Berikut uraian potensi utamanya:

  1. Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) :

Kawasan ini menyimpan kekayaan HHBK yang melimpah. Dari kelompok hasil hutan nabati, terdapat rotan sebagai bahan baku kerajinan dan furnitur, durian yang bernilai ekonomi tinggi, serta madu hutan yang dihasilkan oleh lebah hutan. Dari kelompok budidaya masyarakat, ditemukan komoditas kopi, karet, durian dan lada yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat sekitar. Potensi ini dikembangkan melalui skema kemitraan dengan masyarakat agar pemanfaatannya tidak merusak fungsi lindung kawasan.

  • Sumber Daya Air :

Di dalam kawasan ini mengalir beberapa sungai utama, antara lain Air Bengkulu, Sungai Susup, Air Sengak/Dingin, dan Sungai Simpang Air Jernih. Keberadaan sumber daya air ini memiliki nilai strategis karena: (a) dimanfaatkan sebagai pasokan air bersih bagi PDAM Tirta Rafflesia yang melayani masyarakat sekitar Bengkulu Tengah; (b) mendukung pengembangan ekowisata Air Terjun Datar Lebar; (c) memungkinkan pengembangan industri air minum dalam kemasan (AMDK); serta (d) berpotensi untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro sebagai energi alternatif terbarukan.

  • Wisata Alam dan Ekowisata :

KHDTK UM Bengkulu memiliki potensi wisata alam yang sangat bernilai. Air Terjun Datar Lebar dengan aliran jernih dan debit air stabil sepanjang tahun menjadi daya tarik utama. Selain itu, keberadaan Sungai Rindu Hati dan Sungai Susuk yang masih alami menyimpan potensi untuk wisata susur sungai dan edukasi konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS). Kawasan ini juga menjadi habitat alami Rafflesia arnoldii dengan lima spesies berbeda, bahkan terdapat satu spesies yang tidak ditemukan di wilayah lain, sehingga berpotensi untuk wisata ilmiah (scientific tourism).

  • Perdagangan Karbon : Kawasan ini memiliki tutupan vegetasi hutan sekitar 48% dari total luas wilayah, yang berperan penting dalam proses sekuestrasi karbon (carbon sequestration), yaitu kemampuan ekosistem hutan menyerap dan menyimpan karbon dari atmosfer. Dengan kondisi ini, KHDTK memiliki nilai jual karbon yang tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendanaan alternatif melalui skema carbon credit atau carbon offset, yang saat ini semakin diminati oleh negara-negara donor di Eropa dan Amerika.

Keanekaragaman Hayati Flora dan Fauna : KHDTK UM Bengkulu memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Flora endemik yang menjadi ikon adalah Rafflesia arnoldii (bunga terbesar di dunia). Selain itu, terdapat Amorphophallus titanum (bunga bangkai), berbagai jenis anggrek (Phalaenopsis spp, Dendrobium spp), kantong semar (Nephentes spp), palem kipas (Livistona spp), serta pohon-pohon hutan tropis seperti meranti, keruing, dan damar. Dari sisi fauna, kawasan ini merupakan habitat alami Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang berstatus kritis (critically endangered), serta satwa dilindungi lainnya seperti tapir (Tapirus indicus), beruang madu (Helarctos malayanus), siamang (Hylobates syndactylus), rusa (Cervus spp), trenggiling (Manis javanica), berbagai jenis burung rangkong (Bucerotidae) dan elang (Pandionidae). Total tercatat 23 jenis satwa dilindungi yang hidup di kawasan ini.

No.Nama LatinNama Lokal
1.Felis bengalensisKucing Hutan
2.Felis mormorotaKucing kuwuk
3.Neofelis diadraHarimau dahan
4.Nycticebus coucangmalu-malu
5.Phantera tigris SumatraeHarimau Sumatera
6.Cervus sppRusa
7.Helarctos malayanusBeruang madu
8.Tragulas javanicus 
9.Hylobates syndactylusSiamang
10.Gracula religosaBeo biasa
11.Taphirus indiscusTapir
12.Presbitis MelalophosSimpai
13.HylobatidaeKera tak berbuntut
14.Hystrix brachyuraLandak
15.Manis javanicaTrenggiling
16.Mutiacus muntjakKijang, muncak
17.Mydaus javanensisSigung
18.AccipitridaeBurung alap-alap
19.BucerotidaeBurung Rangkong
20.PandionidaeBurung Elang
21.InsectaBerbagai jenis serangga
22.Elephas indicusGajah
23.Capricornis sumatrensisKambing Sumatera
NoNama IlmiahSukuNama daerahStatus species*)
1.Dipterocarpus elongatusDipterocarpaceaeMerantiTidak dilindungi
2.Koompasia falcatariaFabaceaeApuahTidak dilindungi
3.Pterospermum javanicumSterculliaceaeBayurTidak dilindungi
4.Dryobalanops lanceolataDipterocarpaceaeEheyTidak dilindungi
5.Parashorea spDipterocarpaceaeTenamTidak dilindungi
6.Eugenia grandisMyrtaceaeJambu hutanTidak dilindungi
7.Ganua spSapotaceaeKarerTidak dilindungi
9.Pometia pinataSapindaceaeKasaiTidak dilindungi
10.Santiria apiculataBurceraceaeKiahikTidak dilindungi
11.Turpinia sphaerocarpaTurpiniastaphyliaceKiko’okTidak dilindungi
12.Dialium SpCaesalpinaceaeKi’onaTidak dilindungi
13.Dracontomelon daoAnacarediaceaeKraaiTidak dilindungi
14.Litsea bijugaMyrtaceaeMedang telorTidak dilindungi
15.Hernandia opigeraHernandiaceaeOr orTidak dilindungi
16.Malotus spEuphorbiaceaePapuaTidak dilindungi
17Shorea macropteraDipterocarpaceaePokororTidak dilindungi
18Myristica ellipticaMyristiceaePurutTidak dilindungi
19.Ficus sagitataMoraceaeSapeTidak dilindungi
20.Arthocarpus lanceofoliusAnacardiaceaeTerapTidak dilindungi
21.Semecarpus cuneiformisAnacardiaceaeYepTidak dilindungi
22.Knema spMyrtaceaeYeupTidak dilindungi
23.Rafflesia arnoldiiRafflessiaceaeRallesiaDilindungi
24.Amorphophallus tutanumAraceaeBunga BangkaiDilindungi
25.Cystostachys sppArecaceaePinang merahDilindungi
26.Nenga gajahPalmaePalemDilindungi
27.Phalaenopsis sppOrchidaceaeAnggrekDilindungi
28.Dedrobium sppOrchidaceaeAnggrekDilindungi
29.Nephentes sppNephentaceaeKantong SemarDilindungi
31.Aquilaria sppThymeleaceaeGaharuTidak dilindungi
32.Livistona sppArecaceaePalem KipasDilindungi